Halaman

Kamis, 29 November 2012

Kerjasama Sekolah dan Masyarakat



Setelah membaca beberapa referensi tentang kerjasama sekolah dan masyarakat, dapat diketahui bahwa komunikasi dalam hal hubungan kerjasama sekolah dan masyarakat masih bersifat satu arah. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya kesalahan persepsi masyarakat pada bentuk kerjasama sekolah dan masyarakat itu sendiri. Masyarakat sepertinya menganggap sekolah hanya memerlukan dukungannya saja agar sekolah tersebut tetap eksis.
Maka dari itu, hal pertama yang dapat dilakukan adalah memperbaiki komunikasi antara sekolah dan masyarakat, dengan sistem komunikasi dua arah atau two way traffic communication, dimana dalam komunikasi ini, sekolah akan mengadakan rapat dengan masyarakat terutama orang tua siswa, tentang apa yang diinginkan sekolah dalam proses kegiatan belajar mengajar siswa yaitu agar menghasilkan lulusan yang berkompeten, yang mampu berkompetisi dengan lulusan sekolah lain, dan apa yang diinginkan oleh masyarakat dari hasil pembelajaran yang dilakukan oleh siswa. Kemudian sekolah juga terbuka dalam hal keuangan sekolah kepada masyarakat. Dalam rapat yang dijadwalkan dengan masyarakat misalnya satu bulan sekali atau sesuai dengan yang disepakati antara sekolah dan orang tua siswa, sekolah memberitahukan keadaan keuangan atau laporan keuangan sekolah kepada orang tua siswa, lalu keadaan sekolah pasa saat itu atau keadaan sarana dan prasana sekolah, misalnya sekolah memiliki enam ruang kelas, tiga kelas dalam keadaan baik, dua kelas dalam keadaan kurang baik dan satu kelas dalam keadaan rusak. Dalam kegiatan rapat tersebut orang tua siswa tidak hanya mendengarkan laporan keadaan sekolah saja, tetapi juga diajak untuk melakukan tour keliling sekolah, agar orang tua siswa atau masyarakat dapat benar-benar mengetahui keadaan sekolah tersebut, sehingga laporan yang disampaikan kepada masyarakat tidak akan dianggap sebagai omong kosong saja, karena masyarakat telah melihat sendiri bukti nyatanya. Lalu pihak sekolah dan masyarakat melakukan tanya jawab, tentang hal-hal yang bersangkutan dengan agenda rapat sekolah dan masyarakat terbut. Misalkan dalam sesi tanya jawab tersebut, masyarakat bertanya kepada pihak sekolah “mengapa kelas yang rusak tidak dibetulkan?”. Dalam hal ini sekolah wajib untuk menjelaskan hal yang terjadi dan yang telah diusahakan oleh sekolah untuk memperbaiki kelas tersebut. Lalu sekolah juga mengajukan beberapa pertanyaan kepada masyarakat tentang hal apa yang sekiranya harus dilakukan oleh sekolah agar mutu pendidikan di sekolah tersebut meningkatkan. Dan untuk meminimalisasi ketidak jelasan dari pendapat masyarakat, karena tidak semua masyarakat mengerti hal terbaik apa atau solusi apa yang harus dilakukan sekolah agar siswa mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan dapat berkompetisi dengan sekolah lain. Karena yang saya lihat dilapangan, masih banyak masyarakat atau orang tua siswa yang tidak mengerti bahkan tidak mau tahu tentang hal apa yang seharus dilakukan oleh sekolah agar anaknya bisa berhasil, yang penting bagi orang tua siswa, anaknya bisa mendapatkan nilai yang baik, dapat masuk ke sekolah pilihan, dan tidak mendapatkan kekerasan baik mental maupun fisik dari gurunya. Maka dari itu, sekolah memberikan beberapa pilihan seperti program mengadakan kunjungan ke rumah siswa dan hal lainnya yang sekiranya dapat meningkatkan kualitas pendidikan disekolah tersebut, dan tentunya pihak sekolah menjelaskan untuk dimaksudkan untuk apa program tersebut, agar masyarakat mengerti. Setelah itu diadakan vote, masyarakat ingin memilih program yang mana yang dianggap paling baik, atau mungkin masyarakat menginginkan semua program yang ditawarkan untuk dijalani, dengan cara membagikan angket kepada setiap masyyarakat yang menghadiri rapat.
Hal tersebut juga dapat mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap keadaan sekolah. Bisa saja, masyarakat ingin menyumbangkan beberapa barang atau kebutuhan lain yang dibutuhkan sekolah tanpa diminta. Dan dengan diadakannya kegiatan seperti itu, masyarakat akan merasa diakui keberadaannya oleh sekolah, sehingga masyarakat pun akan lebih peduli lagi terhadap perkembangan sekolah tersebut.
Sekolah juga dapat melakukan kegiatan yang mengikut sertakan masyarakat, contohnya dengan diadakannya pameran tahunan sekolah. Dimana dalam pameran tersebut menampilkan hasil karya siswa sekolah yang bersangkutan, dan tentunya masyarakat menjadi tamu undangan yang dapat menilai sampai sejauh mana keberhasilan yang diperoleh siswa selama bersekolah di sekolah tersebut. Dan tentunya masyarakat akan bangga jika melihat hasil karya anaknya ikut dipajang dipameran sekolahnya.
Selain itu kemampuan kepala sekolah dalam hubungan dengan masyarakat harus ditingkatkan, baik dalam komunikasi, evaluasi, perencanaan kerja, semuanya harus ditingkatkan. Sehingga kerjasama sekolah dan masyarakat dapat berjalan dengan baik, efektif dan efisien. Dan banyak hal lagi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hubungan kerjasama sekolah dan masyarakat, selama kita mau untuk memperbaiki hubungan kerjasama tersebut agar lebih baik lagi, dan memberikan efek positif bagi sekolah dan masyarakat.