Ã
Fungsi Bimbingan dan
Konseling di Sekolah Dasar
Fungsi
bimbingan dan konseling yaitu sebagai
berikut:
a.
Fungsi penyaluran (
distributif )
Fungsi penyaluran ialah fungsi bimbingan
dalam membantu menyalurkan siswa-siswa dalam memilih program-program pendidikan
yang ada di sekolah, memilih jurusan sekolah, memilih jenis sekolah sambungan
ataupun lapangan kerja yang sesuai dengan bakat, minat, cita-cita dan ciri-
ciri kepribadiannya. Di samping itu fungsi ini meliputi pula bantuan untuk
memiliki kegiatan-kegiatan di sekolah antara lain membantu menempatkan anak
dalam kelompok belajar, dan lain-lain.
b.
Fungsi penyesuaian (
adjustif )
Fungsi
penyesuaian ialah fungsi bimbingan dalam membantu siswa untuk memperoleh
penyesuaian pribadi yang sehat. Dalam berbagai teknik bimbingan khususnya dalam
teknik konseling, siswa dibantu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah dan
kesulitan-kesulitannya. Fungsi ini juga membantu siswa dalam usaha mengembangkan
dirinya secara optimal.
c.
Fungsi adaptasi ( adaptif
)
Fungsi
adaptasi ialah fungsi bimbingan dalam rangka membantu staf sekolah khususnya
guru dalam mengadaptasikan program pengajaran dengan ciri khusus dan kebutuhan
pribadi siswa-siswa. Dalam fungsi ini pembimbing menyampaikan data tentang
ciri-ciri, kebutuhan minat dan kemampuan serta kesulitan-kesulitan siswa kepada
guru. Dengan data ini guru berusaha untuk merencanakan pengalaman belajar bagi
para siswanya. Sehingga para siswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai
dengan bakat, cita-cita, kebutuhan dan minat.
Ã
Prinsip-prinsip Bimbingan
Konseling di Sekolah Dasar
Prinsip merupakan paduan hasil kegiatan
teoretik dan telaah lapangan yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan sesuatu
yang dimaksudkan (Prayitno, 1997:219). Berikut ini prinsip-prinsip bimbingan
konseling yang dirancang dari sejumlah sumber, sebagai berikut:
a. Sikap
dan tingkah laku seseorang sebagai pencerminan dari segala kejiwaannya adakah
unik dan khas. Keunikan ini memberikan ciri atau merupakan aspek kepribadian
seseorang. Prinsip bimbingan adalah memperhatikan keunikan, sikap dan tingkah
laku seseorang, dalam memberikan layanan perlu menggunakan cara-cara yang
sesuai atau tepat.
b. Tiap
individu mempunyai perbedaan serta mempunyai berbagai kebutuhan. Oleh karenanya dalam
memberikan bimbingan agar dapat efektif perlu memilih teknik-teknik yang sesuai
dengan perbedaan dan berbagai kebutuhan individu.
c. Bimbingan
pada prinsipnya diarahkan pada suatu bantuan yang pada akhirnya orang yang
dibantu mampu menghadapi dan mengatasi kesulitannya sendiri.
d. Dalam
suatu proses bimbingan orang yang dibimbing harus aktif , mempunyai banyak
inisiatif. Sehingga proses bimbingan pada prinsipnya berpusat pada orang yang
dibimbing.
e. Prinsip
referal atau pelimpahan dalam bimbingan perlu dilakukan. Ini terjadi apabila
ternyata masalah yang timbul tidak dapat diselesaikan oleh sekolah (petugas
bimbingan). Untuk menangani masalah tersebut perlu diserahkan kepada petugas
atau lembaga lain yang lebih ahli.
f. Pada
tahap awal dalam bimbingan pada prinsipnya dimulai dengan kegiatan identifikasi
kebutuhan dan kesulitan-kesulitan yang dialami individu yang dibimbing.
g. Proses
bimbingan pada prinsipnya dilaksanakan secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan
yang dibimbing serta kondisi lingkungan masyarakatnya.
h. Program
bimbingan dan konseling di sekolah harus sejalan dengan program pendidikan pada
sekolah yang bersangkutan. Hal ini merupakan keharusan karena usaha bimbingan
mempunyai peran untuk memperlancar jalannya proses pendidikan dalam mencapai
tujuan pendidikan.
i. Dalam
pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah hendaklah dipimpin oleh
seorang petugas yang benar-benar memiliki keahlian dalam bidang bimbingan. Di
samping itu ia mempunyai kesanggupan bekerja sama dengan petugas-petugas lain
yang terlibat.
j. Program
bimbingan dan konseling di sekolah hendaknya senantiasa diadakan penilaian
secara teratur. Maksud penilaian ini untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan
manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan program bimbingan. Prinsip ini sebagai
tahap evaluasi dalam layanan bimbingan konseling nampaknya masih sering
dilupakan. Padahal sebenarnya tahap evaluasi sangat penting artinya, di samping
untuk menilai tingkat keberhasilan juga untuk menyempurnakan program dan pelaksanaan
bimbingan dan konseling.
Ã
Peran Guru Kelas dalam
Kegiatan BK di Sekolah Dasar
Implementasi kegiatan BK dalam
pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi sangat menentukan keberhasilan proses
belajar-mengajar. Oleh karena itu peranan guru kelas dalam pelaksanaan kegiatan
BK sangat penting dalam rangka mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran
yang dirumuskan.
Peran
guru dalam kegiatan BK, yaitu:
a. Informator, guru diharapkan sebagai pelaksana cara
mengajar informatif, laboratorium, studi lapangan, dan sumber informasi
kegiatan akademik maupun umum.
b. Organisator, guru sebagai pengelola kegiatan
akademik, silabus, jadwal pelajaran dan lain-lain.
c. Motivator, guru harus mampu merangsang dan
memberikan dorongan serta reinforcement untuk mendinamisasikan potensi siswa,
menumbuhkan swadaya (aktivitas) dan daya cipta (kreativitas) sehingga akan
terjadi dinamika di dalam proses belajar-mengajar.
d. Director, guru harus dapat membimbing dan
mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan.
e. Inisiator, guru sebagai pencetus ide dalam proses
belajar-mengajar.
f. Fasilitator, guru akan memberikan fasilitas atau
kemudahan dalam proses belajar-mengajar.
g. Mediator, guru sebagai penengah dalam kegiatan
belajar siswa.
h. Guru
mempunyai otoritas untuk menilai prestasi anak didik dalam bidang akademik
maupun tingkah laku sosialnya, sehingga dapat menentukan bagaimana anak
didiknya berhasil atau tidak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar